Mengulik Sejarah Naskah Kuno di Timurnya Pulau Lombok
![]() |
| Foto Naskah Kuno |
Hai, teman-teman...
Pertama-tama, sebelum kalian membaca artikel ini lebih jauh dan lebih dalam lagi ada baiknya kalian tarik nafas, tahan dan hentakkan. Takutnya kalian bakalan bosen. Eit, I was kidding. Oke, sebenarnya yang akan saya bahas di blog pertama saya ini sudah banyak sekali dibahas oleh orang-orang di luar sana, blogger bahkan teman-teman satu angkatan saya sedang ramai membuat blog tentang naskah kuno. Kalian semua Pasti pernah mendengarkan istilah naskah kunokan?. Yap, naskah kuno adalah benda budaya yang berisikan informasi dan pengetahuan tentang masyarakat lampau. Naskah kuno itu sendiri bisa kita jumpai di museum atau di tempat orang yang memiliki dan menyimpan naskah kuno itu sendiri. Mengapa disimpan? Itulah yang membuat saya ingin mengetahuinya dan juga ingin menemukan jawabannya. Pada hari minggu ku turut ayah ke kota. Eit, saya bukan nyanyi tapi sekedar memberi tahukan bahwa saya melakukan investigasi bersama teman-teman pada hari Minggu, 20 Oktober 2019. Saya dan teman-teman melakukan perjalanan untuk mencari keberadaan orang yang memiliki naskah kuno tersebut. Perjalanan kami cukup jauh dari Mataram hingga Lombok Timur, bisa dibilang perjalanan kami dari barat menuju timur tidaklah mudah, tidak segampang membalikkan telapak tangan. Mungkin karena sedang musim orang nikah jadi kita selalu menemukan kemacetan yang disebabkan oleh acara nyongkolan (prosesi perkawinan Suku Sasak) dan akhirnya tibalah kami di sebuah desa bernama desa Lenek Duren, Kecamatan Lenek, Kabupaten Lombok Timur.
![]() | |||
| foto Amaq Arni |
Menurut
informan atau mata-mata kami di sana terdapat seorang bapak yang memiliki dan
menyimpan naskah kuno. Hingga tibalah kami di sebuah rumah di dalam
perkampungan yang cukup jauh dari hiruk-pikuk kendaraan. Di sana kami disambut
dan di jamu dengan ramah oleh tuan rumahnya dan disugukan teh hangat yang manis
seperti yang membaca artikel ini sekarang. Di depan kami duduklah sesosok
lelaki paruh baya yang umurnya berkisar 70 tahun keatas. Beliau inilah orang
yang menyimpan naskah-naskah kuno tersebut. masyarakat setempat biasa memanggil
beliau dengan sebutan Amaq Arni. Beliau sehari-harinya bekerja sebagai petani
sekaligus membawa turis menaiki gunung Rinjani ataupun ke timba (pemandian)
yang ada di kaki gunung Rinjani. Setelah beliau menceritakan beografi tentang
dirinya, Amaq Arni mulai menceritakan kepada kita semua tentang asal-muasal
mengapa naskah kuno tersebut bisa sampai berada ditangannya saat ini. Naskah
tersebut adalah naskah yang dibuat langsung oleh bapak beliau, dan naskah
tersebut adalah naskah yang secara turun-temurun dari keluarganya.
![]() |
| Foto saat kami bersilaturrahmi ke rumah Amaq Arni |
Jika
kita perhatikan dengan seksama naskah tersebut ditulis dengan tulisan
sanksekerta dan ada campuran bahasa Sasak, bahasa Melayu dan bahasa Arab, hanya
kurang satu bahasa yaitu bahasa kalbu. Oke, stop bercandanya. Naskah itu dibuat
di atas daun lontar yang dibawa langsung dari Pulau Sumbawa dan ditulis
menggunakan besi tajam. Naskah tersebut terdiri dari naskah “Kawitan” dan
naskah “Lamban Monyeh”. Naskah Kawitan adalah naskah yang berguna menjadi obat
untuk anak kecil yang rewel sedangkan naskah Lamban Monyeh menceritakan khusus
tentang Pulau Lombok. Jenis lambang dari naskah kuno terdiri dari dangdang,
sinom, pangkur, asmarangdana, durma, pucung, ginada dan ginanti. Beliau pun
bercerita bahwa beliau mempelajari naskah-naskah kuno tersebut dengan cara
otodidak dan pada tahun 1976 beliau mulai melakukan debut bersyairnya.
Tidak seperti anak-anak yang bersekolah pada
zamannya, beliau lebih memilih bertanya kepada orang tua yang sudah menguasai
semuanya atau orang yang sudah biasa makan asam garam kehidupan. Bahkan beliau
menyampaikan kepada kita bahwa siapapun bisa mempelajari naskah-naskah kuno
ini, bukan hanya keturunan beliau bahkan orang asing pun bisa mempelajarinya
asalkan suka dan cinta kepada budaya kita. Naskah-naskah ini sangatlah besar
pengaruhnya terhadap kehidupan manusia. Jika kita membacanya dan dengan izin
Allah SWT maka kita akan dilindungi dari malapetaka. Begitu banyak kisah yang
yang ada dibalik naskah-naskah kuno tersebut. Bukan hanya kisah tetapi juga
manfaatnya yang begitu besar untuk kehidupan manusia. Naskah-naskah kuno
tersebut masih banyak tersebar di berbagai daerah lain, hanya tinggal menunggu
kita mau melestarikannya atau hanya meninggalkannya saja. Semua ini agar
generasi selanjutnya bisa memilliki kesempatan untuk melihat, mempelajari
bahkan melestarikannya.
![]() |
| Foto kebersamaan kami bersama Amaq Arni |




Saya sih yes
BalasHapusmantap yan
BalasHapusTerimakasih ini sangat membantu 💛
BalasHapusMantul
BalasHapusbermanfaatbsekalai kakak, terima kasihhh
BalasHapusSemangat, dan trimakasih untuk info yg diberikan sangat bermanfaat ✨
BalasHapusDitunggu next tulisanya ya
BalasHapusInformasinya sangat menambah wawasan. Terima kasih. Ditunggu blog selanjutnya.
BalasHapusInformasinya sangat menambah wawasan. Terima kasih. Ditunggu blog selanjutnya.
BalasHapusDi tunggu tulisan tulisan ttg sejarahnya yaaa
BalasHapusMantapp😍😍
BalasHapusMantap yan��
BalasHapusIrfomasinya bermanfaat yan, saya baru tau ada naskah kuno seperti itu
BalasHapus🙌🏻 Informasi yang menarik
BalasHapusAlhamdulillah allahuakbar bermanfaat dunks 👍
BalasHapusBagus sekali leluconnya. Nice.
BalasHapusLuar biasa sangat bermanfaat
BalasHapusKeren
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusArtikelnya Bagus👍👍
BalasHapusLanjutkan tulis artikelnya yaa.
BalasHapusMenarik banget, sangat menambah informasi untuk kita pendatang baru di sini. Sukses terus dan semangat
BalasHapusSemoga penulis tidak cukup sampai disini, tingkatkan kereatifitasmu 👍
BalasHapusGood job.
Mantap semoga bermanfaat 💙
BalasHapusInformasinya bagus ni
BalasHapusBermanfaat
Informasinya bagus ni
BalasHapusBermanfaat
Informasinya sangat bermanfaat ditunggu blog selanjutnya😊
BalasHapusSangat informatif 👍 👍
BalasHapusBagus dian semoga kedepan bisa berkembang tulisannya
BalasHapus👍
BalasHapusTulisan yang sangat bermanfaat. Luar biasa.
BalasHapus