Prosesi Nyeput dari Tengahnya Pulau Lombok

Hay teman-teman....

kalau bicara tentang sejarah gak bakal ada matinya, karena tanpa sepengetahuan kita sejarah akan tumbuh dan menjalar seperti rotan yang kuat bila di pelihara dengan benar. Begitu juga sejarah, budaya dan adat-istiadat. Akan kuat bila kita bersungguh-sungguh memegang teguh prinsip dan pedomannya. Apalagi kalau kita bicara tentang indonesia, bisa dibilang bahwa “Indonesia is a storehouse of culture and customs”. Yap, Indonesia adalah gudangnya budaya dan adat-istiadat.  Makin seru aja bicara tentang sejarah dan budayanya ya. Jadi ingin cerita pengalaman nyeput kemarin.
Ups, mungkin sebagian besar dari teman-teman belum tahu apa itu nyeput bahkan mungkin teman-teman baru pertama kali mendengar yang namanya nyeput. Oke, saya jelasin ya. Nyeput adalah salah satu tradisi yang ada di Suku Sasak Lombok, nyeput sendiri artinya adalah memilih salah satu kertas lontar yang di atasnya bertuliskan aksara kawi. Tulisan aksara kawi inilah yang akan di bacakan atau dalam bahasa sasak ngerambang yakni disyairkan nantinya. Dan pembacanya bisa membacakan karakter atau watak dari seseorang dari tulisan di atas lontar yang dipilihnya.
Jadi, pada tanggal 13 November 2019 yang lalu, saya dan teman-teman melakukan perjalanan untuk mencari nasakah kuno. Sampai sekarang saya masih teringat dengan perjalalan itu. Bagaimana tidak, saya dan teman-teman berangkat dari kos-kosan saya yang terletak di daerah Ampenan pada pukul 15.00 WITA, itupun dalam keadaan hujan. Bau aspal yang terkena hujanpun sangat melekat dihidung saya sampai hari ini, jalan yang amat-sangat licinpun kami tempuh dengan kendaraan bermotor. Semula kami tidak ingin berangkat dalam keadaaan hujan. Tetapi salah seorang teman berkata di group chat “ berangkat yuk, sekalian mandi hujan bareng-bareng.” Kata-katanya itulah yang membuat kami berangkat dalam keadaan hujan, dan alhasil kami kehujanan, baju basah dan jilbab lepek dan kedinginan. Eit, tapi semua itu tidak kami permasalahkan karena ketika kami sampai disana baju kami juga sudah kering karena angin dan cuaca yang sudah mulai cerah kembali. 
 
Foto saat hujan di kos saya di daerah Ampenan
   
     Sekitar pukul 16.00 WITA kami tiba di sebuah rumah di desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah. Di sana kami disambut dengan hangat oleh bapak-bapak yang ada di sana, yakni pak Hasan dan pak Murdani. Di wilayah Bonjeruk tempat kami bertamu tersebut masih sangat asri jadi lumayan jauh dari hiruk-pikuk kendaraan bermotor bahkan disana ada beberapa hewan yang diternak langsung oleh penduduk setempat yakni ayam dan bebek. 

Foto Pak Murdani, Pak Hasan dan salah seorang warga setempat
        
          Tanpa berbasa-basi lagi kami langsung menyampaikan maksud dan tujuan kami datang ke sana. Beliau mengerti maksud dan tujuan kami. Kemudian beliau mengeluarkan naskah kuno dan menceritakan ritual-ritualnya terlebih dahulu. Dulu, ketika orang ingin ngerambang atau membaca naskah kuno mereka harus melakukan beberapa ritual. Yang pertama seseorang harus dalam keadaan suci atau telah berwudhu. Kemudian menyiapkan bahan-bahan guna melakukan ritualnya yakni menggunakan beras pati, sirih , benang dan kapas. Akan tetapi, saat-saat ini banyak orang yang sudah tidak melakukan ritual terlebih dahulu. Yang penting keadaannya dalam keadaan suci dan bersih, ujar Pak Hasan.
      Setelah banyak menceritakan tentang naskah-naskah kuno tersebut, beliau mempersilahkan kami memulai prosesi nyeput tersebut. saya adalah orang pertama yang diberikan kesempatan untuk  melakukan prosesi nyeput tersebut. dengan hati deg-degan saya memberanikan diri untuk melakukan nyeput. Pertama-tama saya disuruh  memilih kertas yang ada di depan saya dengan menutup mata. Saya menutup mata saya dan meraba kertas yang ada di depan saya. Akhirnya tangan saya menentukan pilihannya dengan menunjuk salah satu lembaran tersebut. Lalu pak murdani mulai menyairkan atau mengerambangkan lembarang yang saya pilih tadi.
 
Foto saya saat melakukan prosesi nyeput


         Karena saya bukan orang Sasak, jadi saya agak kesulitan untuk mengartikan apa yang di katakan beliau. Jadi, saya meminta salah seorang teman saya untuk menerjemahkannya. 

Foto tembang Dandang Gendis


Jadi, Raden Atmaja mau berbicara sesuatu kepadamu.

Saya memiliki perasaan kepada kamu, besok lusa seandainya kita berjodoh.

Pokoknya kamu saja yang saya inginkan untuk menjadi jodoh saya.

Raden Atmaja takut salah pilihan, tetapi kamu saja yang paling cantik

Menurut penilaian memang tepat kita berjodoh. Kamu cantik, saya ganteng. Begitu perumpamaannya.

Jadi, Dende Renggane ada jawaban yang bagus dan lembut.

Kalau dia tempat hatimu, maaf dahulu.

Sekarang ada yang saya panggil Ade Dende Putri.

Kalau dia lagi berbunga-bunga, ibarat bunga mawar lagi mekar.

Saking hebatnya Dende Renggane, dia mencarikan madu.

Pokoknya kalau kita cari sekarang, Dende Putri temannya di madu.


        Pertama-tama saya masih tidak mengerti dengan maksud dari tembang tersebut, walaupun telah diterjemahnkan oleh teman saya. saya pun masih belum bisa mengartikan semuanya. Kemudian pak hasan menjawab semua kebingungan saya soal tembang yang disyairkan oleh Pak Murdani tersebut. Kemudian beliau mulai menatap saya dan mengatakan bahwa saya adalah orang yang setia dan rela berkorban. Bisa dilihat dari isi tembang tersebut, Putri Renggane merelakan Raden Atmaja untuk menikah lagi bahkan Putri Renggane sendirilah yang mencarikan calon istri untuk Raden Atmaja. Walaupun  kamu adalah orang yang rela berkorban, tetapi kamu adalah orang yang akan dicintai dengan tulus oleh seseorang dan besar rasa sayangnya kepada kamu. Mendengar perkataan itu saya tersipu malu dan hanya bisa mengaminnkan apa yang baik dari diri saya dan untuk saya juga dan menghilangkan apa yang buruk dari diri saya. Apa yang disampaikan oleh Pak Hasan bisa dijadikan tolak ukur kita untuk menjadi pribadi yang baik dan menjadi orang yang lebih baik lagi di kemudian hari. Kita hanya manusia yang bisa menjalankan kehidupan sesuai dengan takdir yang telah diberikan oleh Allah SWT. yang bisa kita lakukan sebagai manusia saat ini adalah berdoa dan berusaha agar apa yang kita semogakan bisa berjalan dengan baik dan lancar. 

Foto kebersamaan kami di Desa Bonjeruk
     
        Nah, begitulah perjalanan saya kali ini dan prosesi nyeput yang membuat hati kita berdebar-debar mendengar artinya. Semoga apa yang saya ceritakan tidak membuat teman-teman bosan dan selalu tunggu cerita selanjutnya yaa๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ....

Komentar

  1. Perjalanan yang sangat luar biasa untuk mencari tau kebudayaan kita. Sekses terus..๐Ÿ‘

    BalasHapus
  2. wahh bermanfaat sekali kakak, trus kembangkan yaaa

    BalasHapus
  3. Keren kak๐Ÿ˜terima kasih karena sudah menambah wawasan saya tentang kebudayaan lombok

    BalasHapus
  4. Wowww sangat bermanfaat kakak... Ditunggu next artikelnya ๐Ÿ‘

    BalasHapus
  5. Selamat pagi, utk penulis trima kasih sy ucapkn krna telah mngangkt tema ini utk d perbincangkn k ranah public, mgkin sy adlh satu diantara sekian bnyak masyarakat asli suku sasak yg blm tau tntang kisah ini, tpi setelh anda mmprbincangkn tema ini, ini dpt mnambah wawasn sy mngenai ssuatu yg blm sy ketahui dri suku sy sndri. Namun, sebaiknya kisah ini anda ceritakn lbh mndetail lgi n lbh mndlm lgi agr dpt 'mengupas' sisi² lain dri suku sasak yg dkenal olh bnyak org. Ganbatte๐Ÿ‘๐Ÿ‘

    BalasHapus
  6. Woww, tulisan yg sangat menarik, disini kita bida belajar lebih dalam tentang naskah kuno

    BalasHapus
  7. Subhanallah walhamdulilah bermanfaat ❣️❣️

    BalasHapus
  8. Mantap iyan, trus gali sejarah ๐Ÿ‘Š

    BalasHapus
  9. baguusss sekalii, mnarik utk dibacaa
    semangat terus utk tulisan selanjutnyaa iyan๐ŸŒป☁️

    BalasHapus
  10. Sangat bermanfaat kak, terima kasih ๐Ÿ™

    BalasHapus
  11. Luar biasa sangat bermanfaat semangat terus buat penulis

    BalasHapus
  12. Bermanfaat nya untuk anak rantauan ๐Ÿ˜

    BalasHapus
  13. Terima kasih untuk penulis,sang bermanfaat sekali ๐Ÿ˜š

    BalasHapus
  14. Byk sekali yg komen, komen blog ku juga dong wkwkwk

    BalasHapus
  15. Seneng banget dengan gaya menulisnya, cocok nih jadi penulis๐Ÿ˜ thankyou, tulisannya bermanfaat banget buat banyak orang

    BalasHapus
  16. Keren ๐Ÿ‘
    Jadi pingin coba ๐Ÿ˜

    BalasHapus

Posting Komentar